Informasi Terbaru dan Terkini seputar Pusat Pendidikan Pertanian
Dorong Mahasiswa Jadi Motor Penggerak, Kementan Buka Mukernas POPMASEPI ke-17
JAKARTA, 10 September 2025 – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak pembangunan pertanian nasional dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-17 Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI).
Kegiatan yang mengusung tema "Kolaborasi Antar Sektor dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan untuk Indonesia Emas 2045" ini berlangsung di Auditorium Gedung F Kementan dan dihadiri oleh kurang lebih 200 mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
Mukernas ini bertujuan untuk menetapkan arah kebijakan organisasi, memperkuat jaringan mahasiswa sosial ekonomi pertanian, serta merumuskan program kerja strategis yang selaras dengan empat program prioritas Kementan.
Dalam sambutannya sebagai keynote speaker, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa pertanian dan industri saling menopang, di mana kemajuan pertanian akan mendorong kemajuan industri. Ia menekankan potensi besar komoditas unggulan Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kakao, jagung, dan gula untuk memenuhi target swasembada hingga menjadi lumbung pangan dunia.
"Kami meminta mahasiswa agribisnis untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan pertanian melalui inovasi, pengolahan, dan ekspor komoditas," ujar Wakil Menteri Pertanian.
"Produk Indonesia jauh lebih kompetitif dibandingkan negara lain seperti. Forum ini adalah ruang dialog strategis antara mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat kedaulatan pangan," tambahnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung program strategis Kementan.
"SDM pertanian menjadi kunci utama dalam mencapai swasembada pangan. Kami terus mendorong generasi muda agar dapat menjadi agen perubahan yang menguasai teknologi dan siap berkontribusi pada sektor pertanian," ujarnya.
Sementara itu, Muhammad Amin, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, menegaskan bahwa Mukernas ini menjadi bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
"Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu menjadi motor penggerak inovasi, advokasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran sektor pertanian dalam menghadapi krisis pangan global," jelas Muhammad Amin.
"Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi internal POPMASEPI, tetapi juga menjadi ruang dialog, tukar pikiran, dan kerja sama strategis dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat untuk membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing," tambahnya.
Sebagai penutup, ia berharap Mukernas ke-17 POPMASEPI dapat menghasilkan keputusan yang strategis, progresif, dan berdampak nyata bagi pertanian Indonesia.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari beberapa narasumber yang aktif pada bidang pertanian nasional. Sebagai tindak lanjut, POPMASEPI akan menyusun program kerja strategis yang bersinergi dengan program Kementan, seperti Petani Milenial, smart farming, hilirisasi, dan ekspor.