PMB PUSDIKTAN Telah Dibuka ! | Daftar Segera

PMB PUSDIKTAN Telah Dibuka ! | Daftar Segera

PMB PUSDIKTAN Telah Dibuka ! | Daftar Segera

PMB PUSDIKTAN Telah Dibuka ! | Daftar Segera

PMB PUSDIKTAN Telah Dibuka ! | Daftar Segera

Kementerian Pertanian Gedung D, Lantai. 5

hello@pusdiktan.id

Jam Layanan : Senin - Kamis : 07.30 - 16.00 Jumat : 07.30 - 16.30 Sabtu - Minggu : Libur

Tingkatkan Kapasitas Brigade Pangan, Kementan Selenggarakan Training of Master Trainers (ToMT)

Informasi Terbaru dan Terkini seputar Pusat Pendidikan Pertanian

Background
Thumbnail

Tingkatkan Kapasitas BP, Kementan Selenggarakan ToMT

CIAWI - Dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas Brigade Pangan (BP) dalam pengelolaan usaha tani padi, Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menyelenggarakan kegiatan Training of Master Trainers(ToMT).

Berlokasi di BBPMKP Ciawi, Bogor, Jawa Barat, kegiatan ToMT ini mulai berlangsung mulai hari Minggu, 6 Juli 2025 dan dijadwalkan hingga Jumat, 11 Juli 2025.

Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 120 peserta, terdiri dari Dosen, Widyaiswara, Guru, dan Penyuluh Pertanian Pusat yang bertugas sebagai Liaison Officerdi 12 provinsi lokasi pelaksanaan program Brigade Pangan Tahun 2024.

Acara pembukaan pelatihan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dari lingkup Kementerian Pertanian. Hadir secara langsung Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti yang juga memberikan sambutan pembukaan. Turut hadir pula Staf Khusus Menteri Pertanian, Sam Herodian, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian, yakni Andi Muhammad Syakir dan Muhammad Arsyad

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh para Kepala Pusat dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup BPPSDMP.

Tujuan utama ToMT adalah meningkatkan kapasitas peserta dalam manajemen usaha tani padi, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai pendamping utama di lapangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan BP akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

"Program Brigade Pangan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti dalam arahannya pada saat pembukaan resmi acara menegaskan pentingnya komitmen dan daya juang peserta pelatihan dalam mendampingi BP di lapangan.

“Brigade Pangan adalah program yang harus berkelanjutan. Kita harus memaksimalkan segala bantuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah. Sebagai contoh untuk alsintan, rekan-rekan harus bisa mendampingi para BP agar dapat mengoperasikan dan merawat semua alat yang telah diberikan, supaya manfaatnya berkelanjutan,” tegas Idha.

Lebih lanjut, Idha juga mendorong semangat juang peserta untuk turun langsung dan menyatu dengan BP binaan.

“Rekan-rekan di sini harus kuat, harus sanggup untuk berhari-hari di lapangan mendampingi para BP agar mereka sukses. Harus kuatkan interaksi dengan mereka, memahami permasalahan mereka, memberikan solusi, dan sepenuh hati memperjuangkan para BP demi keberhasilan mereka,” ungkapnya.

Idha juga menekankan bahwa keberadaan BP bukan hanya untuk memenuhi target jangka pendek, tetapi menjadi model transformasi pertanian di Indonesia.

“Brigade Pangan harus mandiri dan menjadi agen-agen perubahan di bidang pertanian. Ini adalah kesempatan emas bagi transformasi pertanian kita. Mereka bisa menjadi contoh nyata bagi petani konvensional untuk beralih ke sistem pertanian modern yang lebih terorganisir dan produktif,” tambahnya.

Sementara itu, Sam Herodian, Staf Khusus Menteri Pertanian, melalui statemennya di penghujung acara pembukaan, turut mengingatkan pentingnya pemanfaatan seluruh fasilitas yang telah diberikan kepada BP.

“Apa yang telah diberikan bantuan kepada BP harus digunakan, baik dioperasionalkan sendiri maupun bekerja sama dengan para petani lokal. Semisal alsintan yang telah diberikan harus dibuat produktif, tidak boleh nganggur, agar para BP ini sejahtera dan berhasil dalam menjalankan program swasembada pangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap agar kegiatan ToMT ini benar-benar memberikan manfaat yang nyata dan aplikatif di lapangan, terutama bagi para penyuluh pertanian yang akan menjadi pendamping BP.

“Untuk kegiatan ToMT ini diharapkan bisa bermanfaat dan dapat diterapkan oleh penyuluh pendamping,” ujarnya menutup arahannya.

Peserta dibekali dengan berbagai materi strategis yang dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.

Materi yang disampaikan meliputi kebijakan percepatan swasembada pangan, strategi penumbuhan BP, serta peran dan tugas pengelola di lapangan. Peserta juga mempelajari secara mendalam aspek manajemen usaha tani padi, pengelolaan alat dan mesin pertanian secara berkelanjutan, serta penguatan kelembagaan BP.

Untuk memperkuat kapasitas pendampingan, peserta juga dilatih mengenai metode pembelajaran yang efektif serta literasi dan inklusi keuangan agar dapat membantu petani mengakses pembiayaan secara lebih mandiri.

Seluruh materi disampaikan melalui sesi kelas dan diskusi kelompok untuk mendorong partisipasi aktif dan kolaboratif.